Pages

Kategori

Jumat, 14 Oktober 2016

METODE PENELITIAN


1. METODE PENELITIAN

  • Pengertian
  1. Metode penelitin adalah prosedur atau langkah - langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau suatu proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk keperluan penelitian. 
  2. Suatu cabang ilmu pengetahuan yg membicarakan /mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi kegiatan2 mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporannya) berdasarkan fakta2 atau gejala2 secara ilmiah.
  3. Ilmu yg mempelajari cara2 melakukan pengamatan dgn pemikiran yg tepat secara terpadu melalui tahapan2 yg disusun secara ilmiah utk mencari, menyusun serta menganalisis & menyimpulkan data2, sehingga dpt digunakan utk menemukan, mengembangkan & menguji kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan.
  • Pendapat Orang :
  • Usaha utk menemukan, mengembangkan & menguji kebenaran suatu pengetahuan (Sutrisno Hadi MA)
  • Penyelidikan dr suatu bidang ilmu pengetahuan yg dijalankan utk memperoleh fakta2 atau prinsip2 dgn sabar, hati2 serta sistematis (J. Suprapto MA)
  • Pemikiran yg sistematis mengenai berbagai jenis masalah yg pemecahannya memerlukan pengumpulan & penafsiran fakta2 (David H. Penny) 
  • Perkembangan Metode Penelitian :
      ·        Trial & error
      ·        Problematic tidak dibatasi dgn jelas
      ·        Tata kerja & cara2 pemecahan masih dicari sambil berjalan
      ·        Observasi yg dilakukan sederhana & kualitatif
      ·        Mencoba & mencoba lagi
      ·        Authority & tradition
      ·        Pendapat2 pimpinan selalu dikutip & dijadikan doktrin yg harus diikuti.
      ·        Tradisi dlm kehidupan manusia memegang peranan penting.
      ·       Speculation & argument

  • Jenis Penelitian :
    • Penggolongan menurut bidangnya: penelitian pendidikan, sejarah, bahasa, ilmu teknik, ekonomi, dll
    • Penggolongan menurut tempatnya : lab., perpustakaan, lapangan
    • Penggolongan menurut pemakaiannya: murni, dan terpakai /terapan
    • Penggolongan menurut tujuan umumnya : eskploratif, developmental, dan verifikatif
    • Penggolongan menurut tarafnya : deskriptif dan inferensial
  • Tahapan Penelitian Lapangan :
  • Menetapkan obyek atau pokok persoalan
  • Menentukan isi & meletakkan arah utk kegiatan2 penelitian
  • Menentukan metodologi yg cocok digunakan utk memecahkan masalah
  • Membatasi obyek
  • Membatasi luasnya & memberikan formulasi2 yg tegas terhadap pokok persoalan
  • Pedoman kerja
  • Mencegah kemungkinan timbulnya kerancuan pengertian & kekaburan wilayah persoalannya
  • Mengumpulkan data atau informasi
  • Data atau informasi yg berhubungan dgn pokok persoalan yg dikumpulkan
  • Mengolah data dan menarik kesimpulan
  • Menyaring & mengatur data atau informasi yg sudah masak.
  • Merumuskan dan melaporkan hasilnya
  • Melaporkan hasil penyelidikan ke public utk digunakan atau diuji kebenarannya
  • Mengemukakan implikasi2 penyelidikan
  • Menyebutkan konsekuensi2 terpenting dan rekomendasi2 utk aktivitas dikemudian hari.

  • Tahapan Penelitian Murni :
  • Studi Literature:
  • Menetapkan Tema Penelitian
  • Mencari Satu atau Lebih Alternatif/Solusi Pemecahan
  • Mencoba Solusi-Solusi Tersebut dan Melakukan Perbandingan dengan Solusi yang Sudah Ada
  • Melaporkan hasil

  • Tahapan Penelitian Pengembangan Sistem Informasi :

·         Studi Lapangan
·         Studi Literature
·         Analisa Sistem
·         Pengembangan Database
·         Pengembangan Sistem
·         Uji Coba
·         Penerapan

  • Tahapan Penelitian Pengembangan Sistem Terapan :

·         Studi Lapangan
·         Studi Literature
·         Penentuan Metode Yang Diterapkan
·         Analisa Sistem
·         Pengembangan Database (Optional)
·         Pengembangan Sistem
·         Uji Coba
·         Penerapan

2. Falsafah Ilmu Pengetahuan

Definisi
*Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas obyek (riil dan gaib) atau fakta.
*Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan yang benar disusun dengan sistem dan
metode untuk mencapai tujuan yang berlaku universal dan dapat diuji/diverifikasi
kebenarannya.
             Filsafat Ilmu Pengetahuan merupakan cabang filsafat yang menelaah baik ciri-ciri
    ilmu pengetahuan ilmiah maupun cara-cara memperoleh ilmu pengetahuan ilmiah. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Ilmiah adalah sebagai berikut:
1)      Sistematis.

Ilmu pengetahuan ilmiah bersifat sistematis artinya ilmu pengetahuan ilmiah dalam upaya menjelaskan setiap gejala selalu berlandaskan suatu teori. Atau dapat dikatakan bahwa teori dipergunakan sebagai sarana untuk menjelaskan gejala dari kehidupan sehari-hari. Tetapi teori itu sendiri bersifat abstrak dan merupakan puncak piramida dari susunan tahap-tahap proses mulai dari persepsi sehari-hari/ bahasa sehari-hari, observasi/konsep ilmiah, hipotesis, hukum dan puncaknya adalah teori. 

2)      Dapat dipertanggungjawabkan.
Ilmu pengetahuan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan melalui 3 (tiga) macam sistem, yaitu:
a)      Sistem axiomatis
Sistem ini berusaha membuktikan kebenaran suatu fenomena atau gejala sehari-hari mulai dari kaidah atau rumus umum menuju rumus khusus atau konkret. Atau mulai teori umum menuju fenomena/gejala konkret. Cara ini disebut deduktif-nomologis. Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu-ilmu formal, misalnya matematika.
b)      Sistem empiris
Sistem ini berusaha membuktikan kebenaran suatu teori mulai dari gejala/ fenomena khusus menuju rumus umum atau teori. Jadi bersifat induktif dan untuk menghasilkan rumus umum digunakan alat bantu statistik. Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu pengetahuan alam dan sosial.
c)      Sistem semantik/linguistik
Dalam sistem ini kebenaran didapatkan dengan cara menyusun proposisi-proposisi secara ketat. Umumnya yang menggunakan metode ini adalah ilmu bahasa (linguistik).

3)      Objektif atau intersubjektif
Ilmu pengetahuan ilmiah itu bersifat mandiri atau milik orang banyak (intersubjektif). Ilmu pengetahuan ilmiah itu bersifat otonom dan mandiri, bukan milik perorangan (subjektif) tetapi merupakan konsensus antar subjek (pelaku) kegiatan ilmiah. Dengan kata lain ilmu pengetahuan ilmiah itu harus ditopang oleh komunitas ilmiah.

Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional.



Sumber :
·               Daftar Pustaka: memasukkan publikasi yang dijadikan referensi
1.    Buku
- A (1990). Introduction to Information Technology. MIT-Press, Washington.
- Noerhadi T. H. (1998) Diktat Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. Pascasarjana                            Universitas Indonesia.
2. Jurnal
- A(1990). The effect of information technology on people’s life. Journal of Information Technology. Vol 1 (Summer), MIT-Press, Washington, pp. 140-152.
3. Prosiding
- A(1990). The effect of information technology on people’s life. Proceeding of Information Technology Conference (B edt.), MIT-Press, Washington, 140-152.
4. Internet
- http://www.informationtechnology.com/publications/2345.html, accessed on October 1st, 2005, 15:30 pm Bali Island Time. 




        0 komentar:

        Posting Komentar