Pages

Kategori

Jumat, 04 November 2016

PROPOSAL PENELITIAN

https://drive.google.com/file/d/0B3XR19QG2Hk_UTIzaHNaRFJjc2M/view?ts=581cfa9d

METODE PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN

Pengertian Metode Pengumpulan Data

Jika di lihat dari pengertian metode pengumpulan data menurut ahli metode pengumpulan data berupa suatu pernyataan (statement) tentang sifat, keadaan, kegiatan tertentu dan sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian (Gulo, 2002 : 110).
Metode pengumpulan data ini termasuk kategori laporan diri (personal report) / Deskripsi diri (self descriptive). Individu melaporkan tentang keadaan dirinya berdasarkan pertanyaan atau perintah yang diberikan kepadanya.
 

Sumber Data Dan Metode Pengumpulan Data

Ada dua sumber data dan metode pengumpulan data, dua hal tersebut yaitu :
1.   Data Primer
Data penelitian yang diperoleh sendiri melalui
•Wawancara, Observasi, Tes,
•Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
•Pengukuran Fisik
•Percobaan Laboratorium
2.   Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi lembaga
•Biro Pusat Statistik (BPS)
•Rumah sakit
•Lembaga atau institusi

Metode Pengumpulan Data

1.      Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat/direkam
2.      Observasi
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik
3.      Wawancara
Pengambilan data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
4.      Dokumen
Pengambilan data melalui dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi. Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.
Dalam pengumpulan data penelitian membutuhkan suatu instrumen. Instrumen ini dibutuhkan untuk pengambilan data untuk penelitian baik penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
 
SUMBER :
 
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualtatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2012, Hlm 145 

FORMULASI MASALAH DALAM PENELITIAN

     Pengertian Formulasi Masalah
    Setiap proses meneliti harus memiliki masalah penelitian untuk dipecahkan. Perumusan masalah penelitian merupakan langkah kerja yang tidak mudah, termasuk para peneliti yang sudah berpengalaman sekalipun. Padahal, apabila dicermati, masalah itu selalu ada di lingkungan sekeliling kita. Pemecahan yang dirumuskan dalam penelitian, sangat berguna untuk membersihkan kebingungan kita terhadap berbagai hal atau fenomena, untuk mengatasi rintangan ataupun untuk menutupi celah antar kegiatan atau fenomena. Oleh karena itu, peneliti harus dapat memilih suatu masalah bagi penelitiannya, dan merumuskannya untuk memperoleh jawaban terhadap masalah tersebut. Perumusan masalah merupakan hal yang paling penting dari penelitian, dan merupakan langkah awal yang penting sekaligus sebagai pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. 

      Dilihat dari segi isi (content) rumusan masalah, ataupun dari kondisi penunjang yang diperlukan dalam pemecahan masalah yang telah dipilih. Apabila dikalsifikasikan, setidaknya ada tiga ciri masalah yang baik, sebagai berikut:
a. Masalah harus memiliki nilai penelitian, artinya:
* Mempunyai nilai keaslian
* Menyatakan suatu hubungan (setidaknya memiliki 2 variabel)
* Merupakan hal yang penting
* Dapat diuji
* Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
b. Masalah harus memiliki kelayakan (feasible), artinya:
* Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia
* Biaya, sesuai kemampuan
* Waktu
* Biaya dan hasil harus balance
* Administrasi dan sponsor harus kuat
* Tidak bertentangan dengan hukum & adat.
c. Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
* Menarik bagi si peneliti
* Sesuai dengan kualifikasi

     Tujuan dan Manfaat Formulasi Masalah
    Formulasi masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam karangan. Masalah yang diformulasikan harus merupakan hasil penspesifikasian atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan. Jawabannya diperoleh dari hasil analisis data.
Menurut Nasir (1999:133-134) tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah untuk:
1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademik seseorang.
2. Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru.
3. Melatakkan dasar untuk memecahkan penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya.
4. Memenuhi keinginan sosial
5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat. 

    Penulisan formulasi masalah
    Dalam memformulasikan atau merumuskan masalah, kiranya peneliti perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang biasanya berlaku yaitu dengan memperhatikan:
1. Aspek substansi
2. Aspek formulasi
3. Aspek teknis.
Pada aspek formulasi, seyogyanya masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat interogatif (pertanyaan), meskipun tidak dilarang dirumuskan dalam bentuk deklaratif (pernyataan). Hendaknya dalam rumusan masalah tidak terkandung masalah dalam masalah, tetapi lugas
menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang apa yang dipermasalahkan.
Dan aspek teknis, menyangkut kemampuan dan kelayakan peneliti untuk melakukan penelitian terhadap masalah yang dipilih. Kemampuan metodologi penelitian tindakan, kemampuan fasilitas untuk melakukan penelitian seperti dana, waktu, tenaga, dan perhatian terhadap masalah yang akan dipecahkan.

    Sumber dan cara perumusan masalah
    Masalah perlu dirumuskan secara jelas dan spesifik. Apabila ditentukan beberapa macam masalah, maka harus dipilih masalah yang dihadapi sebagian besar siswa, masalah yang dapat dipecahkan, masalah yang apabila dipecahkan akan memberikan manfaat yang banyak. Dengan pembatasan masalah secara jelas akan memungkinkan untuk merumuskannya dengan benar sehingga dapat diidentifikasi (diagnosis) dengan seksama faktor-faktor penyebabnya sehingga tindakan atau treatment/ terapi untuk memecahkan masalah tersebut dapat disusun dengan tepat dan mudah. Jika dieksplorasi secara cermat, sebenarnya banyak sekali permasalahan yang berada di lingkungan sekitar kita. Namun persoalannya kemudian adalah keterbatasan kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang harus dipecahkan.
Terdapat beberapa sumber untuk memperoleh dan menemukan masalah:
1. Pengamatan terhadap kegiatan manusia
2. Pengamatan terhadap alam sekitar
3. Bacaan/referensi
4. Analisis bidang pengetahuan
5. Replikasi hasil penelitian
6. diskusi ilmiah
7. Catatan dan pengalaman pribadi
Sesudah masalah dipilih dan diidentifikasi, langkah berikutnya adalah merumuskan masalah. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis pada langkah selanjutnya, dan dari rumusan masalah dapat dihasilkan topik penelitian, atau bahkan judul penelitian. Pada umumnya, masalah dirumuskan dengan mengikuti kaidah-kaidah sebagai berikut:
1. Biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Rumusan masalah harus jelas dan padat
3. Harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
4. Harus merupakan dasar dalam merumuskan hipotesis
5. Harus menjadi dasar judul penelitian
Contoh pertanyaan penelitian:
1. Kesulitan apa yang dialami siswa dalam mentrasfer ketrampilan dari satu mata pelajaran satu ke mata pelajaran lain?
2. Apakah siswa dapat mentransfer ketrampilan lebih mudah antara dua mata pelajaran yang disukai?
3. Apa yang menyebabkan siswa menyukai suatu mata pelajaran?
4. Apakah ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang belajar dalam kelas mata pelajaran multidisiplin dibandingkan dengan mereka yang dapat kelas mata pelajaran tunggal? 


SUMBER : 
Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru.
 Jakarta. PT. Rajawali Pers.
Toz-Media. 2011. Identifikasi masalah dalam PTK. Http://identifikasi –masalah-dalam-penelitian.html. 6 November 2014.
Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.